Kuliah Perdana Universitas Prasetiya Mulya 2017

Kuliah Perdana Universitas Prasetiya Mulya 2017

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Kunci Bisnis STEM Inovatif di Indonesia

Prasetiya Mulya lahir dengan misi besar para pebisnis terkemuka yang tergabung dalam Yayasan Prasetiya Mulya di tahun 1980. Mereka berkemauan kuat turut berkontribusi mencerdaskan bangsa melalui pemajuan  dunia usaha. Caranya  dengan pendidikan dan pelatihan bisnis di Indonesia.

Melalui semangat dan upaya yang nyata, misi tersebut berhasil tercapai sehingga Prasetiya Mulya mampu memberikan sumbangsih dalam mencetak lulusan yang berkomitmen dalam pemajuan dunia usaha.

Memasuki babak baru dalam perjalannya, sekolah bisnis yang kini sudah bertransformasi menjadi universitas memasuki Dies Natalis ke-35, pada 7 September 2017. Dengan mengusung tema besar “Embarking on Sci-Tech Driven Business”, Universitas Prasetiya Mulya memperluas portofolionya menjadi universitas pelopor yang menggunakan platform kolaborasi antara rumpun ilmu bisnis dengan sains terapan dan teknologi.

Prof. Dr. Djisman S. Simandjuntak, Rektor Universitas Prasetiya Mulya berpendapat Indonesia harus memiliki banyak wirausahawan berbasis sains terapan dan teknologi, karena itulah salah satu cara untuk terbebas dari jebakan negara dengan pendapatan menengah.

“Pendidikan tinggi (PT) yang akan datang pasti lain sekali dengan pendidikan tinggi yang kita nikmati dulu ketika kita masih mahasiswa. Dan menurut saya sebagai pengamat ekonomi, tantangan Indonesia kalau diletakkan dalam satu kalimat itu sangat sederhana yaitu keluar dari perangkap kesedangan,” ungkap Prof. Djisman.

 

Menjawab Tantangan Baru

Pemajuan dunia usaha itu menjadi penting, mengingat potensi wirausaha di Indonesia begitu besar, demikian terungkap dalam Kuliah Perdana Universitas Prasetiya Mulya 2017 yang disampaikan Adrian Lembong, Direktur Teknologi PT. Adaro Power, di kampus BSD, 30 Agustus lalu.

“Indonesia memiliki potensi entrepreneurship yang besar, maka bidang bisnis, science dan engineering harus bersinergi supaya hasil yang diciptakan bisa lebih optimal. Cross over study di Universitas Prasetiya Mulya melalui hadirnya School of Business & Economics dan School of Applied STEM dianggap menarik dalam hal memenuhi kebutuhan bisnis dan teknologi saat ini,” jelas Adrian.

Kuliah Perdana bertajuk “Kolaborasi Pendidikan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemajuan Bisnis-bisnis STEM Inovatif di Indonesia” itu dihadiri sejumlah petinggi Yayasan Prasetiya Mulya, Mantan Menteri Perdagangan RI 2004-2011 Mari Elka Pangestu, perwakilan Kopertis Wilayah III, mitra-mitra Prasetiya Mulya dari kalangan industri, sejumlah Kepala Sekolah SMA Sederajat di Jabodetabek, dan seluruh mahasiswa baru universitas.

“Dengan perkembangan teknologi yang pesat, timbul  tantangan baru manusia, yaitu meningkatkan efisiensi dari segala aspek. Karena dengan meningkatkan efisiensi ini, manusia bisa lebih berkembang dari masa-masa sebelumnya,” kata Adrian dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa setiap orang dituntut terus berpacu dengan ragam informasi, yang tidak hanya terbatas pada satu bidang, namun harus juga mengetahui bidang-bidang lain. “Maka cross over study di Universitas Prasetiya Mulya melalui hadirnya School of Business & Economics dan School of Applied STEM dianggap menarik dalam hal memenuhi kebutuhan bisnis dan teknologi saat ini,” tambahnya.

 

Dalam Kuliah Perdana ini, Prasetiya Mulya juga memberikan apresiasi kepada  12 mahasiswa aktif yang berprestasi dalam skala nasional dan internasional di bidang akademik maupun non akademik. Komitmen Prasetiya Mulya terhadap pengembangan pendidikan Indonesia juga dilakukan melalui pemberian beasiswa prestasi dan bantuan biaya kuliah bagi siswa-siswi lulusan SMA/sederajat dengan kondisi keuangan keluarga yang terbatas melalui pemberian beasiswa bagi 34 mahasiswa baru dan lebih dari 40 beasiswa bagi mahasiswa aktif pada tahun ajaran 2017-2018. Beberapa penerima beasiswa adalah finalis Olimpiade Sains Nasional, anak guru, orangtua tunggal pedagang usaha kecil, dsb.

Untuk mendukung proses pembelajaran kolaboratif yang telah dicanangkan, beberapa fasilitas baru juga dikembangan Prasetiya Mulya di kampus BSD. Di antaranya gedung laboratorium Prasetiya Mulya 9 lantai dan tahap 3 pengembangan kampus BSD. “Kami sedang membangun gedung laboratorium. Ada teaching lab, industry lab, dan science lab,” ungkap Prof. Djoko Wintoro, Wakil Rektor Bidang Non Akademik.***(vio/hrm)

Back to list >