Thank you for submitting your feedback!

Your feedback is very important to us.
Someone should respond to you within 24 hours of receipt of your feedback.

Acara

Prasetiya Mulya di Acara Bogor Punya Cerita

Juni, 2016

Sebuah Pembelajaran Kolaboratif Menciptakan Pariwisata Daerah Lebih Atraktif 

   Bogor, 2 Juni 2016 - Universitas Prasetiya Mulya berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor menyelenggarakan event yang bertajuk “Bogor Punya Cerita”. Hadir dalam acara ini Wali kota Bogor Dr.Bima Arya, jajaran manajemen Prasetiya Mulya, Prof. Dr. Djisman Simandjuntak selaku Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Prof. Agus Soehadi selaku Dekan Sekolah Bisnis dan Ekonomi, dan Dr. Christina Yosevina selaku Direktur Program S1. Acara yang diadakan di Balaikota Bogor ini, turut juga mengundang camat dan lurah di tiga daerah, para kepala dinas, perwakilan komunitas, serta para kepala sekolah dan guru-guru sejarah di Kota Bogor dan beberapa institusi pendidikan pariwisata.

    

     Perkembangan pariwisata tanah air semakin menarik untuk dicermati. Keberpihakan pemerintah terhadap industri pariwisata memberikan angin segar bagi semua pihak untuk terus memacu kemajuan bagi daerahnya. Sinkronisasi strategi promosi yang dilakukan oleh pemerintah pusat perlu diimbangi dengan penciptaan destinasi daerah agar lebih menarik baik bagi wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

   Universitas Prasetiya Mulya melalui program kajian studi pariwisata khususnya jurusan S1 Event dalam mata kuliah Event Operation Management melihat kesempatan ini untuk turut serta memberikan kontribusi pengembangan destinasi pariwisata. Salah satu cara yang dilakukan adalah bekerjasama dengan pihak pemerintah daerah dalam hal ini Kotamadya Bogor untuk mengembangkan beberapa obyek wisata.

     Bentuk kolaborasi yang dilakukan menekankan pada penciptaan dan pengemasan ulang atraksi,icon dan tokoh di kota Bogor. Atas bantuan Komunitas Bobats, tim mahasiswa yang mengerjakanproject ini merancang gagasan untuk menanamkan kecintaan agar Bogor menjadi kota destinasi yang lebih baik. Kerjasama juga dilakukan dengan pihak media serta pihak Kementrian Pariwisata yang memberikan masukan dalam proses pembelajaran.  Tim mahasiswa pada akhirnya memberikan tiga gagasan pengembangan destinasi wisata di Katulampa, Kampung Arab dan Batu Tulis.

Bertepatan dengan Hari Jadi Kota Bogor, tim mahasiswa S1 Event Prasetiya Mulya menyajikan format acara yang terbagi  dalam tiga zona:

(1)    Katulampa - Kujang

Pagelaran seni bela diri tradisional dan kolaborasi tokoh Kujang Bogor (Abah Wahyu) dengan Student Activity Club Prasetiya Mulya Traditional Indonesian Martial Art (TIMA). Konsep zona ini menganalogikan bahwa adanya proses sosialisasi nilai-nilai warisan budaya yang diwariskan oleh para sesepuh kepada generasi muda.

(2)   Kampung Arab – Raden Saleh

Zona ini memberikan interpretasi terhadap karya-karya Raden Saleh sebagai bentuk apresiasi terhadap karya seni maestro Indonesia yang mampu mengikuti zaman.

 

(3)    Batu Tulis

Zona ini memadukan kekuatan cerita Batu Tulis dipadu dengan teknologi Virtual Reality (VR).  

 

Selain itu, PM Toh, seorang storyteller ternama akan merangkai tiga zona tema yang diusung menjadi sebuah cerita monolog. Di akhir acara dilakukan penandatanganan deklarasi kepedulian bersama antara pihak Universitas Prasetiya Mulya dengan para stakeholders kota Bogor.

  

 

Comments

Captcha