Thank you for submitting your feedback!

Your feedback is very important to us.
Someone should respond to you within 24 hours of receipt of your feedback.

Berita

Dendy, Mahasiswa S1 Marketing 2010, Juara Kompetisi P&G ASEAN Business Challenge tingkat Nasional

Mei, 2013

Dendy Muharsyah Emiral, mahasiswa S1 Marketing 2010, berhasil menjuarai kompetisi P&G ASEAN Business Challenge tingkat Nasional. Sebagai juara Nasional, Dendy beserta tim mewakili Indonesia di tingkat Regional dan bersaing dengan para pemenang tingkat Nasional dari Negara-negara ASEAN lainnya pada bulan Juni 2013  di Singapura. Dari penghargaan ini, Dendy mendapat kesempatan magang di P&G Indonesia juga iPad Mini sebagai hadiah. Yang lebih membanggakan lagi, Dendy merupakan peserta termuda dari S1 Prasetiya Mulya yang berhadil lolos di tahap seleksi final yang diselenggarakan pada 16-19 April 2013.

Hari 1

Di hari pertama, semua finalis yang berasal dari berbagai universitas dibekali ilmu tentang segala bidang pekerjaan di P&G meliputi, Pemasaran, Keuangan, Supply Chain, IT, dan SDM. Pembekalan diberikan secara langsung oleh masing-masing direktur P&G. setelah pembekalan selesai dilakukan, pembagian kelompok diumumkan. Masing-masing tim diberikan kasus mengenai lini produk Downey pewangi pakaian. Downey sendiri merupakan brand yang terbilang baru diluncurkan di Indonesia. Meski begitu, Downey telah mencapai 21% pangsa pasar dengan target penjualan yang diprediksi meningkat hingga 50% dalam satu tahun.

Hari 2

Di hari kedua, Dendy bersama tim melakukan market visit ke tiga tempat berbeda dengan segmentasi berbeda, diantaranya Pasar Palmerah (SES C), Pasar Mayestik (SES A dan B), dan Pasar Tebet (SES ABC). Market visit dilakukan untuk menggabungkan informasi mengenai penjualan pewangi pakaian dan juga mempelajari tentang profil pengunjung pasar. Setelah itu, tim melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk memperoleh pengetahuan yang dalam atau masukan dari konsumen. Berdasarkan FGD yang dilakukan, mereka menemukan bahwa ibu rumah tangga, mayoritas konsumen pewangi pakaian, menghubungkan pewangi dengan pembersih. Tim juga menemukan bahwa 4 dari 6 ibu rumah tangga menggunakan Downey di rumah. Kegiatan lalu dilanjutkan dengan penentuan lokasi, masing-masing tim bersaing untuk mendapatkan lokasi terbaik untuk eksekusi rencana. Dendy dan tim memilih Pasar Tebet. Masing-masing tim diberi dana sejumlah Rp 1,000,000 untuk membeli produk Downey dan Rp 700,000 untuk mendanai strategi promosi mereka.

Hari 3

Pada kompetisi ini, ide kelompok memiliki porsi nilai sebesar 50% dari total, sementara eksekusi memiliki porsi nilai sebesar 40%, dan team building sebesar 10%. Berdasarkan ketentuan tersebut, Dendy dan team memutuskan untuk focus pada pengembangan ide dan bagaimana menyampaikan ide mereka sebaik mungkin. Pada hari ketiga, masing-masing tim harus menyajikan presentasi awal di hadapan direktur P&G. Tim Dendy diminta untuk menjelaskan pengamatan mereka mengenai Downey dan strategi pemasaran yang mereka lakukan untuk meningkatkan penjualan Downey. Ide utama rencana mereka yaitu Shake and Smell, yang memperbolehkan konsumen untuk membaui aroma pewangi Downey. Dari total budget yang diberikan kepada tim, mereka menggunakan Rp 712,000 untuk membeli produk dan Rp 400,000 untuk mendanai strategi promosi, termasuk penentuan lokasi, alat-alat demonstrasi produk, dll. Dendy mengatakan bahwa budget untuk membeli produk yang digunakan timnya adalah yang tertinggi. Aturan permainan memiliki konsekuensi bahwa semua produk Downey yang dibeli harus habis terjual. Tiap produk yang tidak terjual akan dikenakan penalti sebesar 30% dari harga.

Hari 4

Inilah saatnya bagi masing-masing tim untuk melakukan eksekusi rencana yang telah disusun. Dendy dan tim tiba di Pasar Tebet pada pukul 7.30 pagi. Untuk menghadapi situasi, Dendy beserta tim membagi tugas. Dendy berperan sebagai Sales Promotion Boy, mengenakan tanda pengenal sebagai alat promosi dan menjajakan produknya ke pengunjung pasar. Hasilnya, meskipun mereka membeli produk lebih banyak dari tim lain, mereka mampu menjual habis produknya hanya dalam waktu 90 menit dan meraih keuntungan sebesar Rp 300,000. Tim kemudian menjelaskan strategi mereka pada presentasi final di hari yang sama. Sebagai tambahan, Dendy dan tim juga menjelaskan pengembangan lini produk yang mereka ajukan ke pihak perusahaan. Kerja keras mereka terbayar. Juri memilih tim mereka sebagai juara nasional dalam P&G ASEAN Business Challenge 2013.

Selamat kepada Dendy dan tim. Semoga mendapat hasil yang terbaik di P&G ASEAN Business Challenge tahap Regional.

Comments

Captcha