Thank you for submitting your feedback!

Your feedback is very important to us.
Someone should respond to you within 24 hours of receipt of your feedback.

Berita

Dionisius Aldo Mewakili Indonesia Dalam One Young World Summit 2012

Desember, 2012

Dionisius Aldo, mahasiswa semester 7 S1 Finance Prasetiya Mulya, baru saja mewakili Indonesia dalam One Young World Summit 2012 di Pittsburgh, Amerika Serikat. Aldo terpilih dari ratusan yang mendaftar ke DIKTI (Direktorat Pendidikan Tinggi) untuk menjadi delegasi Indonesia di OYW Summit. Aldo terpilih melalui proses seleksi CV, esai, dan presentasinya mengenai Leadpedia, sebuah proyek yang baru saja dikembangkan oleh Aldo yaitu sebuah portal yang berisi tentang kepemimpinan dan pemimpin-pemimpin dunia. One Young World adalah sebuah organisasi non-profit didirikan oleh Kate Robertson dan David Jones dengan tujuan membawa semangat muda dalam memberikan pengaruh positif kepada lingkungan. OYW Summit diselengrakan tiap tahun, mengundang pemuda dari seluruh dunia untuk mengikuti diskusi, debat dan seminar tentang isu-isu dunia yang sedang terjadi dan juga menyuarakan opini mereka kepada pemimpin-pemimpin dunia. OYW Summit 2012 dihadiri oleh 1300 delegasi daro 190 negara, diselenggarakan Pittsburgh, Amerika Serikat dari 18 hingga 22 Oktober 2012. Para pembicara summit tahun ini diantaranya David Jones, Kate Robertson, Bill Clinton, Muhammad Yunus dan Kofi Annan.

Hari 1

Pada hari pertama, semua delegasi diajak mengikuti crusie tour mengelilingi Pittsburgh. Setelah mengikuti tur, upacara pembukaan diselenggarakan di Heinz Hall. Bill Clinton, Muhammad Yunus, dan Bob Geldof yang menjadi konselor di hari pertama. Dalam pidato pembukaannya, Bill Clinton membahas bahwa dunia seharusnya bekerja sama dalam menghadapi Millennium Development Goals. Beberapa isu-isu dunia yang dianggap kritis diantaranya ketidaksamaan, ketidakstabilan, dan pengembangan yang tidak berkelanjutan. Sesi kemudian dilanjutkan oleh Muhammad Yunus yang memberikan peserta pemahaman tentang bagaimana cara kita untuk menciptakan solusi bagi permasalahan di dunia melalui bisnis sosial. Sesi pembukaan di akhiri oleh Bob Geldof, seorang penyanyi dan penulis lagu asal Irlandia yang menyimpulkan keseluruhan pidato Bill Clinton dan Muhammad Yunus. Hari pertama kemudian ditutup dengan sebuah Bridge Party.

Hari 2

Sesi dimulai dengan sesi tanya jawab bersama Joss Stone tentang passion dan inspirasi  baginya. Konselor di sesi pleno pertama yaitu Pete Cashmore, James Chau, Elio Leoni-Scetti, Jim Rohr dan Fathimah Bhutto. Tema utama sesi pleno ini adalah pendidikan dan peningkatan upaya “melek” huruf masyarakat. Sesi selanjutnya dibawakan oleh Janie Olliver, koki selebriti terkenal yang memperkenalkan gerakan food revolution-nya. Dia menekankan bahwa food revolution bagi warga miskin dan pendidikan nutrisi merupakan hal yang fundamental bagi masyarakat dunia. Terdapat juga sharing session oleh pembicara-pembicara diantaranya Jan Peter Blakenede (Former Prime Minister of Netherland), Jeremy Gilley (Actor Film Maker, and Founder Peace One Day), Paul Polman dan Ken Roth (Executive Director, Human Right Watch).

Setelah makan siang, sesi dilanjutkan dengan One Young World Social Business Fund session oleh Muhammad Yunus dan Jessica Jackley. Di dalam sesi tersebut, Prof. M. Yunus menekankan bagaimana bisnis sosial mampu menjadi solusi bagi berbagai isu. Beliau mengangkat Bridgebook, sebuah bisnis sosial yang berdampak besar didirikan oleh OYW Social Business Association. Acara dilanjutkan dengan sesi pleno tentang Transparansi dan Integritas. Topik utamanya mengangkat tema tanggung jawab masing-masing individu untuk mengajarkan anak-anak, komunitas, pemerintah dan swasta untuk ambil bagian dalam memerangi korupsi dan mulai menegakkan transparansi.

Setelah sesi pleno, peserta dibagi menjadi beberapa grup untuk breakout session. Dalam sesi ini, Aldo bergabung dengan grup Social Business Funding dimana mereka perlu mengetahui lebih dalam mengenai OYW Social Business Acceleration sebagai suatu terobosan baru dari One Young World dalam berkontribusi untuk bisnis sosial. Untuk menutup hari itu, semua peserta diberi kesempatan untuk ikut serta dalam sesi Night-Owl. Aldo bergabung dengan Tri-Sector yang membahas tentang bagaimana sector bisnis, pemerintah, dan institusi harus bisa bekerja sama dalam menciptakan sebuah kerangka kerja yang seimbang. Dia juga ikut terlibat dalam sesi Wake Up Call yaitu mengundang pemuda untuk mengirim pesan ke masing-masing pemimpin Negara mereka tentang perubahan yang mereka harapkan bagi Negara mereka.

Hari 3

Sesi pleno pertama di hari ketiga mengangkat isu kesehatan yang membahas tentang persamaan kesempatan bagi orang-orang berkebutuhan khusus bersama para konselor yaitu Natalia Vodianova, Dough Richard, James Chau dan Miller Matola. Sesi pleno kedua dihadiri oleh Antony Jenkins, Will Hutton, Neil Golightly, Sabine Zindera, dan Dough Richard membahas tentang Etika Bisnis dan membagi pengalaman dan ilmu mereka dalam melakukan etika bisnis. Sesi pleno terakhir tentang Hak Asasi Manusia, utamanya membahas tentang peningkatan hak bagi kelompok minoritas.

Setelah sesi pleno berakhir, dilanjutkan kembali dengan Breakout Session. Kali ini Aldo bergabung dengan forum yang membahas tentang kepemimpinan dan berkesempatan mengunjungi DDI (Development Dimension International) guna mempelajari bagaimana untuk menjadi seorang pemimpin yang baik dan bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan berdampak besar. Breakout Session ditutup dengan Perjamuan malam bersama keluarga dati tuan rumah di Pittsburgh. Aldo dijamu oleh keluarga Gloria Han bersama enam delegasi dari Negara lain.

Hari 4

Sesi pleno di hari terakhir dibuka oleh Vanderlei Cordeiro de Lima, seorang pelari yang memberi semangat dan inspirasi kepada seluruh delegasi untuk berjuang demi tujuan mereka hingga akhir. Sesi pleno berikutnya mengangkat topik Peran Bisnis Global yang dibawakan oleh Dough Richard, Caroline Stone, Michael Hastings dan Glenn Manoff. Mereka menjelaskan tentang bagaimana bisnis global bertanggung jawab dalam ketersediaan lapangan kerja. Dalam sesi ini, Aldo memberikan masukan kepada forum. Dia menjelaskan bahwa ketersediaan lapangan pekerjaan tidak berarti pekerjaan yang tersedia di satu perusahaan, melainkan bagaimana bisnis global mampu menciptakan potensi kewirausahaan yang mandiri terutama di Negara berkembang seperti Indonesia.

Di sesi pertama, Kofi Annan membawakan pidatonya tentang Intervensi. Beliau mendorong pemuda untuk ikut serta bergabung dengan komunitas dan organisasi yang bertujuan untuk kemajuan dunia. Beliau juga membagikan buku terbarunya yang berjudul “Intervention” kepada seluruh delegasi One Young World. Pada penutupan puncak acara, seluruh delegasi diminta untuk menuliskan harapan mereka di satu pita. Seluruh pita kemudian diikat bersama-sama pada bola dunia sebagai simbol bahwa dunia ini berisi harapan-harapan dari para pemimpin masa depan.

Aldo memperoleh begitu banyak pengalaman dari keseluruhan rangkaian One Young World Summit. Dia berkesempatan untuk bisa bertemu para pemimpin dunia, menciptakan networking skala internasional yang merupakan hal penting bagi seorang mahasiswa bisnis, dan hal terpenting dari itu semua yaitu segala masukan dan ilmu yang bisa ia peroleh selama mengikuti summit dari berbagai session yang ia ikuti. Aldo menjadi tahu banyak hal tentang Bisnis Sosial, Bisnis Global dan masukan-masukan tentang Ekonomi dunia. Menyenangkan sekali, Aldo! Selamat atas kesempatannya. Jadi, siapa delegasi OYW Summit Prasetiya Mulya selanjutnya?

Comments

Captcha