Thank you for submitting your feedback!

Your feedback is very important to us.
Someone should respond to you within 24 hours of receipt of your feedback.

Berita

Internship di Open Government Indonesia

Mei, 2014

Siapa bilang anak bisnis tidak bisa ikut serta berkontribusi di pemerintahan? Siapa bilang anak bisnis hanya tertarik soal profit, uang, dan masa bodoh kalau ditanya tentang sosial-politik? Aniesha Goeslina Hawaningrum, mahasiswi S1 Marketing Prasetiya Mulya angkatan 2010 telah membuktikan ketika ia mengikuti program internship di Open Government Indonesia (OGI).

OGI Internship adalah program magang selama 3 bulan yang diadakan oleh Sekretariat OGI yang merupakan sub unit yang dibawahi oleh Unit Kerja Presiden dalam Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP). Open Government Indonesia sendiri merupakan bagian dari gerakan internasional Open Government Partnership (OGP), sebuah insiatif multilateral yang bertujuan untuk menjamin komitmen nyata dari pemerintah yang mendorong transparansi, pemberdayaan masyarakat, melawan korupsi, dan memanfaatkan teknologi baru untuk memperkuat pemerintahan dengan beranggotakan lebih dari 60 negara, dimana di tahun 2013 Indonesia menjadi negara ketua OGP. Program magang di OGI menjadi wadah bagi anak muda dari seluruh universitas di Indonesia yang memiliki passion kuat untuk berkontribusi kepada negara dan membawa semangat muda mereka ke dalam dunia birokrasi pemerintahan.

Sepuluh kandidat terpilih sebagai intern angkatan ke-7 mengalahkan lebih dari 100 pendaftar untuk program magang periode Januari hingga April 2014. Proses seleksi diawali dengan mengirimkan aplikasi ke pihak Open Government Internship meliputi CV atau resume yang menjelaskan pengalaman organisasi masing-masing pendaftar dan keahlian yang dibutuhkan terkait dengan job position yang mereka inginkan. Setiap pendaftar diharuskan mengirim essay satu halaman yang menjelaskan mengapa pendaftar harus terpilih menjadi pemagang. Lalu pendaftar yang lolos tahap aplikasi akan masuk ke tahap interviewdengan supervisor masing-masing job position, jika lolos lagi akan dipanggil untuk interview kali kedua di hari yang berbeda dengan Direktur UKP-PPP. Sesi interview barangkali menjadi bagian yang paling menantang, karena pendaftar harus mampu meyakinkan interviewer-nya bahwa mereka merupakan kandidat yang kuat, mereka memiliki passion yang kuat untuk berdedikasi mengerahkan kontribusi, mereka juga telah memiliki banyak pengalaman dan kemampuan khas yang dibutuhkan selama program.

Sebagai project analyst, Aniesha membantu beberapa project seperti project Kontes Inovasi Solusi 2014, sebuah kompetisi yang mendorong masyarakat untuk menyuarakan aspirasi mereka dan ide-ide solusi yang inovatif mereka dalam mengatasi masalah-masalah yang ada di Negara. Program ini berhasil mengumpulkan lebih dari 1000 ide solusi dari berbagai kota di Indonesia, uniknya ide solusi ini tidak lantas berhenti namun diolah dan diteruskan ke kementerian dan lembaga terkait untuk selanjutnya diproses. Aniesha juga membantu pilot project yaitu program daerah percontohan meliputi 3 daerah Pemprov Kalimantan Tengah, Pemkot Ambon, dan Pemkab Indragiri Hulu. Program ini mendorong 3 pemerintahan daerah tersebut untuk menjadi pioneer pemerintahan yang terbuka melalui keterbukaan data informasi, keterbukaan anggaran, dan keterbukaan sistem pendidikan. Aniesha turut menyusun annual report OGI yang menuntutnya untuk memahami secara mendalam terkait pemerintahan dan Open Government Indonesia khususnya berikut seluruh kegiatan yang dilakukan OGI setahun terakhir. Lebih dari itu, Aniesha berkesempatan terlibat dalam beberapa project lain yang turut melibatkan beragam pihak mulai dari OMS, kementerian dan lembaga, kedutaan besar, dll. “Mendapat kesempatan magang di Open Government Indonesia memberikan banyak pengalaman yang menurut saya ­life-changing. Seperti tipikal anak muda pada umumnya, sebelumnya saya pesimis dengan pemerintah kita. Tapi ada satu titik, khususnya ketika saya mengikuti kegiatan APEC di Bali 2013 lalu, dimana saya sadar bahwa jika kita merasa skeptis maka jangan hanya berdiam diri, justru kita harus melakukan sesuatu agar sistem yang menurut kita salah bisa berubah. Setelah mengikutgi program magang ini, perspektif saya terhadap pemerintah berubah total. Saya sadar bahwa pemerintahan yang sekarang sudah jauh lebih terbuka dan banyak memberikan kesempatan dan wadah bagi masyarakat terlebih lagi anak muda untuk berkontribusi lebih. Pemerintahan sekarang sudah sangat menerima keragaman dan terbuka sekali dengan inovasi dan ide-ide baru. Banyak anak muda bertalenta dari berbagai keahlian dan jurusan (tidak cuma ilmu politik dan hubungan internasional) yang bekerja di pemerintahan. Ini saatnya bagi kita anak-anak bisnis dan marketing turut ambil peran dalam era revolus ini  dan menerapkan keahlian yang dimiliki untuk memajukan Negara kita secara global.”

 

 

 

Comments

Captcha