Thank you for submitting your feedback!

Your feedback is very important to us.
Someone should respond to you within 24 hours of receipt of your feedback.

Berita

[Liputan] STEM Seminar Series II

Juni, 2017

Kemajuan teknologi membawa masyarakat melakukan migrasi dari era analog ke digital. Laju yang pesat dalam bidang ini mengubah segala aspek termasuk pola pikir, gaya hidup, cara bekerja hingga hadirnya ragam karir teranyar yang dapat digeluti generasi masa kini.

Sebagai bagian dari ilmu komputer, Software dan Computer Engineering adalah satu kesatuan yang punya peranan penting dalam perkembangan inovasi teknologi. Melihat akan pentingnya pemahaman bidang ini, Prasetiya Mulya melalui School Of Applied STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) kembali menggelar diskusi STEM Seminar Series pada Kamis, 8 Juni 2017 di Lounge Area, Prasetiya Mulya, BSD Campus.

Memahami HCI dan UX

Kini, interaksi antara manusia dengan komputer terasa semakin natural. Istilah HCI (Human Computer Interaction), UX (User Experience) atau CX (Customer Experience) memang terdengar terlalu teknis di telinga masyarakat awam di Indonesia, namun nyatanya kita sebagai pengguna teknologi sangat terikat dengan hal ini.

Untuk memahami tentang UX, STEM Series II menghadirkan Dr. Eunice Sari selaku ekspertis di Bidang User Experience. Sejak tahun 2002, wanita pertama yang mendapat predikat sebagai Google Expert pada bidang UX, sudah menggaungkan bidang ini lewat startup besutannya; UX Indonesia .

Menurut Dr. Eunice, Elemen UX dikembangkan untuk memudahkan pengguna. Namun pada prakteknya, kurangnya pemahaman holistik akan bidang ini membuat banyak perusahaan telah berinvestasi ribuan bahkan jutaan dollar hanya untuk mengembangkan inovasi produk atau fitur yang sia-sia.

Dr. Eunice Sari selaku CEO UX Indonesia dalam STEM Seminar Series II

“Orang awam bahkan banyak perusahaan yang melihat UX seperti sebuah iceberg, tapi UX bukan hanya sebatas interface semata,”ungkap Dr. Eunice. Ia menambahkan “Dibalik itu semua, sebuah inovasi produk harus didasari dengan strategi, melibatkan riset konsumen yang mendalam, hingga uji coba. Disitulah dibutuhkan peran besar para UX Strategist”

Menurut Dr. Eunice, Indonesia diakui sebagai salah satu negara emerging market yang semakin dilirik perusahaan berbasis teknologi. Produsen berlomba-lomba mengembangkan inovasi yang semakin meningkatkan nilai guna suatu produk dari segi fungsionalitas hingga sisi emosionalitas, untuk itu dibutuhkan banyak UX Strategist andal untuk menambah jumlah SDM profesional di bidang ini.

Ranah karir seorang UX Strategist

Di era konektivitas ini, hijrah industri ke dunia digital ditandai dengan munculnya sektor – sektor industri baru yang sedang ‘naik daun’ di Indonesia. “ Hottest sectors di 2017 menurut penelitian kami ditempati industri bidang Fintech di urutan pertama, disusul dengan E-Commerce seperti Bukalapak, kemudian muncul fenomena On-Demand Marketplace layaknya Gojek dan Air BnB. ” jelas Eunice.

Menurut wanita yang sudah bergelut selama 15 tahun di bidang ini, tak menutup kemungkinan industri lama juga turut merambah dunia digital untuk mengejar ketertinggalannya. Dengan terbukanya peluang besar tersebut, seorang Software Engineer layaknya UX Strategist punya kans besar untuk berkarir pada lintas sektor yang tersaji.

Untuk melengkapi pemaparan Dr. Eunice Sari, turut hadir Prof. Ian V. McLoughlin, Head School of Computing, University of Kent, United Kingdom. Prof. Ian telah berjelajah ke berbagai negara layaknya dari UK, Singapura, New Zealand hingga China untuk mengembangkan inovasi berbasis Computer Engineering.

Prof Ian V. McLoughlin, Head School of Computing, University of Kent menjelaskan mengenai riset di dunia Computer Engineering

Menurut Prof. Ian, “Computer Engineering adalah masa depan kita. Tiap aspek kehidupan pasti membutuhkan Computer Engineering di dalamnya.” Pakar yang sudah menerbitkan lebih dari 200 buku Computer Science ini telah terlibat beberapa riset berbasis computer engineering layaknya riset sepeda listrik di Singapura, riset high altitude balloon di India, riset taksi elektrik di Singapure dan Munich, dan lainnya.

 

 

 

 

Dalam diskusi STEM Seminar Series II, Prof. Ian memaparkan bahwa manusia akan semakin terikat dan bergantung pada inovasi yang dihasilkan Computer Engineering. Hadirnya produk smart home, shared transportation hingga personalized healthcare adalah sedikit contoh dari buah pikiran, kegigihan dan inovasi dari para Computer Engineer.  Tak dipungkiri, baik Software maupun Computer Engineering  membuka peluang besar bagi SDM masa depan.

Tertarik ambil bagian? Melalui Enterprise Software Engineering dan Computer Systems Engineering di School of Applied STEM, Prasmul membuka kesempatan bagi teman-teman untuk menjadi Entrepreneurial Engineer yang andal dan dapat mengisi peluang karir menarik yang tersaji!

Comments

Captcha