Thank you for submitting your feedback!

Your feedback is very important to us.
Someone should respond to you within 24 hours of receipt of your feedback.

Berita

Mahasiswa Prasetiya Mulya Mewakili Indonesia dalam Grand Finale Maybank Go Ahead Challenge di Kuala Lumpur, Malaysia

Agustus, 2013

Dua mahasiswa S1 Prasetiya Mulya, Irma Savitri Sani (S1 Finance 2009) dan Dendy Muharsyah Emiral (S1 Marketing 2010), berhasil lolos ke babak Grand Final Kompetising Maybank Go Ahead Challenge. Bersama 6 orang peserta lain yang lolos ke babak Grand Final, Irma dan Dendy akan mewakili Indonesia dalam kompetisi Final Maybank Go Ahead Challenge yang akan diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 25 – 31 Agustus 2013 nanti. Prasetiya Mulya menjadi satu-satunya kampus yang berhasil meloloskan 2 orang mahasiswa ke babak Grand Final tersebut. Peserta dari Indonesia nantinya akan bersaing dengan finalis lain yang berasal dari Malaysia, Indonesia, Thailand, China, Philippines, Vietnam, Hong Kong, Cambodia, Singapore dan Bangladesh.

Maybank Go Ahead Challenge adalah kompetisi business case internasional yang diadakan oleh Maybank di 10 negara di Asia dengan tujuan untuk mendapatkan talent terbaik. Kompetisi ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu Preliminary, National Level dan Grand Finale. Pada tahap Preliminary, calon peserta harus mengisi format aplikasi online yang disediakan oleh Maybank dan memberikan pendapat mengenai pemahaman tentang global banking. Selain itu, ada beberapa assessment yang diberikan oleh Maybank pada saat proses aplikasi online tersebut. Dari tahap Preliminary, berdasarkan hasil assessment dan aplikasi online, dipilih 25 peserta untuk bersaing di tahap National Level. 4 mahasiswa S1 Prasetiya Mulya dan 1 orang mahasiswa S1 Prasetiya Mulya lolos ke tahap ini.

Di tahap National Final, masing-masing peserta diberikan tugas individu untuk menyelesaikan Brain Teaser (soal-soal logika) dan menjelaskan jawaban mereka kepada salah satu perwakilan manajerial Maybank. Setelah bekerja secara individu, peserta masuk ke tahap Innovation Challenge dan diberikan tantangan secara berkelompok. Dalam tahap Innovation Challenge ini, peserta diberikan soal untuk membuat protitipe mesin dispenser untuk sebuah pabrik minuman dengan bahan-bahan yang teserdia. Peserta diharuskan untuk membuat model yang efektif dan efisien. Mereka harus mempresentasikan konsep tersebut dan mempertanggungjawabkan modal yang digunakan. Setelah tahap Innovation Challenge, dipilih 12 peserta terbaik untuk melaju ke babak selanjutnya, yaitu Business Case. Dalam babak Business Case ini peserta bekerja secara individu untuk memberikan rekomendasi mengenai kasus bisnis sebuah perusahaan minuman. Rekomendasi yang dapat dipilih adalah strategi Product Differentiation, Low Cost Leadership, dan Marketing Activities. Setiap peserta harus memberikan penjelasan dan data yang mendukung rekomendasi yang mereka pilih. Dalam tahap ini, Irma mengusulkan strategi Marketing Activities, sedangkan Dendy maju dengan strategi Product Differentiation. Masing-masing peserta diberikan waktu untuk memberikan penjelasan secara individu tentang strategi yang dipilih. Setelah itu, peserta dikelompokkan untuk membuat rekomedasi secara kelompok. Dari 12 peserta yang lolos ke babak ini, 8 peserta dipilih untuk mewakili Indonesia dalam babak Grand Finale di Malaysia 25-31 Agustus nanti.

“Semua tugas pada saat kompetisi dapat saya kerjakan dengan baik karena semua materi yang saya butuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut sudah diajarkan di kampus, sehingga saya tidak asing lagi dengan strategi-strategi yang harus dipilih,” ujar Irma. Sedangkan Dedny, yang baru saja memenangkan kompetisi P&G Asean Business Challenge, merupakan peserta termuda dalam kompetisi Maybank Go Ahead Challenge ini. Good luck untuk Irma dan Dendy dalam Grand Finale nanti!

Comments

Captcha