Thank you for submitting your feedback!

Your feedback is very important to us.
Someone should respond to you within 24 hours of receipt of your feedback.

Berita

Ranggaswara, Mahasiswa S1 Marketing Juarai P&G Asean Business Challenge Tingkat Nasional

Mei, 2012

Salah satu mahasiswa S1 Prasetiya Mulya kembali memenangkan kompetisi P&G Asean Business Challenge tingkat nasional. Setelah tahun lalu Maharani Subandi (S1 2007) memenangkan kompetisi ini di tingkat regional, tahun ini Ranggaswara Prasetiya atau yang akrab disapa Lawe (S1 2008) beserta timnya memenangkan kompetisi P&G tingkat nasional dan akan melanjutkan kompetisi ke tingkat regional. Kompetisi ini adalah kompetisi tahunan yang diadakan oleh P&G dengan berbagai tema business challenge yang berbeda.

Seleksi yang harus dilalui oleh peserta lomba P&G Asean Business Challenge ini terdiri dari beberapa tahap. Di tahap awal, peserta harus bersaing secara individual dengan mengikuti reasoning test dan psikotest, serta seleksi interview dari pihak P&G. Dari seluruh pendaftar, hanya dipilih 30 peserta yang berasal dari 5 Universitas yang berbeda. Setelah lolos dari tahap seleksi individu, pihak P&G membagi peserta ke dalam 5 tim yang berbeda. Peserta harus mampu bekerja sama di dalam tim dengan peserta dari sekolah lain. Tahun ini, business challenge yang harus dihadapi oleh peserta adalah membuat Launching Plan untuk produk OLAY yang akan diluncurkan di pasar Indonesia. Launching Plan yang harus dibuat meliputi segmen pasar, jenis produk yang akan dijual, hingga penentuan harga.

Kompetisi ini diaksanakan selama 4 hari. Hari pertama adalah pembagian tim dan pemberian mission brief yang berisi tentang segmen pasar beserta data kuantitas mengenai karakteristik mereka. Dari mission brief tersebut, tiap kelompok harus  menentukan segmen pasar yang ingin disasar. Hari ke-2, tiap tim mendapatkan kesempatan untuk melakukan penelitian kualitatif terhadap sampel segmen pasar mereka bersama dengan sebuah lembaga riset. Mereka juga turun ke lapangan untuk melihat pilihan tempat yang akan digunakan sebagai tempat launching. Tiap tim diberikan anggaran senilai 5 juta untuk pembelian produk dan 800ribu untuk kegiatan marketing.

Di hari ke-3, tiap kelompok harus mempresentasikan strategi mereka. Kelompok Lawe memilih untuk menyasar Segmen pasar B yang memiliki karakteristik bersedia untuk mencoba produk baru dan bersedia membayar dengan harga tinggi untuk produk yang memiliki benefit lebih. Berdasarkan karakteristik segmen, mereka memilih untuk menjual OLAY total effect karena dapat memberikan banyak benefit dalam 1 produk. Tidak seperti kelompok lain yang membeli sekitar 100 produk dengan budget yang dimiliki, kelompok Lawe memutuskan untuk membeli 30 buah produk dengan pertimbangan bahwa waktu launching dan penalty apabila produk tidak terjual. Dari pilihan lokasi, kelompok Lawe memilih Pasar Tebet Pintu Utara dengan biaya sewa 412.000 yang berasal dari biaya marketing mereka. Sisa budget marketing kemudian digunakan untuk membeli TVC, membuat flyer dan gimmick. Brand equity yang mereka tawarkan pada saat launching adalah 7 benefits in one product.

Di  hari ke-4 tiap kelompok diberikan waktu 4 jam untuk mengeksekusi Launching Plan mereka. Kelompok Lawe membagi marketing tools mereka untuk 3 fungsi, yaitu Awareness, Education dan Point of Sales. Untuk awareness, tiap anggota tim menggunakan selendang dan banner untuk menarik perhatian pengunjung. Pada fungsi education, mereka menggunakan flyer dan TVC yang mengkomunikasikan benefit dari produk yang dijual. Dan untuk point of sales, mereka memberikan reward kepada pembeli berupa produk maupun cashback. Dengan strategi tersebut kelompok mereka berhasil menjual 15 produk. Setelah itu, mereka harus membuat laporan berdasarkan hasil eksekuis Launching Plan mereka.

Kelompok Lawe berhasil dinyatakan sebagai pemenang Asean Business Challenge tingkat nasional pada saat Awarding Night. Kriteria penilaian yang digunakan dalam kompetisi ini adalah Case Analysis, dimana tiap kelompok harus dapat memanfaatkan mission briefing dengan baik, Consistency, yaitu kesesuaian antara strategi yang dibuat dengan pelaksanaan saat eksekusi dan gambaran utuh mengenai benang merah Launching Plan mereka, Sales, yaitu nilai penjualan yang mereka dapatkan setelah dikurangi dengan penalty produk yang tidak terjual, serta Team Work. Selamat untuk Lawe dan tim yang berhasil mewakili Indonesia ke tahap Regional. Semoga sukses di tahap selanjutnya!

Comments

Captcha