Thank you for submitting your feedback!

Your feedback is very important to us.
Someone should respond to you within 24 hours of receipt of your feedback.

Berita

Tim Elixir: Juara II Kompetisi CIMA Global Business Challenge 2014 tingkat Nasional

Mei, 2014

Mahasiswa S1 Prasetiya Mulya kembali mengukir prestasi. Tim Elixir, yang beranggotakan empat mahasiswa jurusan bisnis angkatan 2011: Gendis Rahma Putri, Ardian Aditya, Oliver Chiam, Stephen Kurniadi, berhasil meraih Juara II dalam Kompetisi CIMA Global Business Challenge tingkat Nasional bersaing dengan tiga tim lain dari Universitas Indonesia, Bakrie University, dan President University.

CIMA Global Business Challenge 2014 adalah sebuah kompetisi bisnis internasional yang dibuat CIMA (Chartered Institute of Management Accountants) bersama Barclays berupa studi kasus bisnis untuk memberikan wadah bagi para pemimpin bisnis di masa depan dalam merasakan sensasi dunia bisnis yang sesungguhnya. Studi kasus yang diangkat tahun ini adalah kasus perusahaan Merbatty Boat Company yang ingin melakukan ekspansi ke Asia. Peserta diharapkan untuk menyelesaikan enam kemungkinan masalah yang muncul. Tim Elixir melakukan strategi dengan membuat prioritas dari tiap masalah tersebut.

Proses seleksi terdiri dari dua tahap, yaitu tahap seleksi proposal. Kualifikasi yang terpenting dari tahap ini adalah bagaimana analisa yang dibuat tim tidak hanya menjadi sebuah solusi yang umum, namun juga dapat memberikan nilai lebih bagi perusahaan pada studi kasus. Selain itu, berbagai aspek landasan teori dan perhitungan yang relevan menjadi salah satu faktor penilaian.

Tim Elixir mengaku unggul karena memiliki kombinasi karakter unik dari masing-masing anggota yang didukung pengalamannya yang berbeda sehingga mampu menghasilkan solusi yang out of the box dan menonjol dari yang lain. Selain itu, kemampuan tim dalam menyampaikan informasi melalui presentasi merupakan kelebihan yang dianggap juri menarik.

Lolos di tahap seleksi awal, para finalis masuk ke tahap nasional. Setiap tim harus mempresentasikan hasil proposal mereka berupa presentasi dan video. Di tahap ini, Tim Elixir dinobatkan sebagai juara II. Meskipun gagal mewakili Indonesia pada Global Final di Mumbai, India, Tim Elixir tetap bersyukur atas pencapaian ini. Menurut mereka, yang terpenting adalah kemampuan dalam melewati berbagai proses dengan berbagai permasalahan yang mampu mereka hadapi.

“Setelah mengikuti kompetisi ini, kami merasa adanya stepping stone karena adanya kesadaran bahwa tim kami secara individual dan kelompok mampu bersaing di dunia nyata dengan ilmu dan pola pikir terbuka yang kami dapat di Prasetiya Mulya. Selain itu terbangun jaringan dengan sesama peserta dan anggota dari tim pelaksana,” jelas Adit.

Mahasiswa S1 Prasetiya Mulya kembali mengukir prestasi. Tim Elixir, yang beranggotakan empat mahasiswa jurusan bisnis angkatan 2011: Gendis Rahma Putri, Ardian Aditya, Oliver Chiam, Stephen Kurniadi, berhasil meraih Juara II dalam Kompetisi CIMA Global Business Challenge tingkat Nasional bersaing dengan tiga tim lain dari Universitas Indonesia, Bakrie University, dan President University.

CIMA Global Business Challenge 2014 adalah sebuah kompetisi bisnis internasional yang dibuat CIMA (Chartered Institute of Management Accountants) bersama Barclays berupa studi kasus bisnis untuk memberikan wadah bagi para pemimpin bisnis di masa depan dalam merasakan sensasi dunia bisnis yang sesungguhnya. Studi kasus yang diangkat tahun ini adalah kasus perusahaan Merbatty Boat Company yang ingin melakukan ekspansi ke Asia. Peserta diharapkan untuk menyelesaikan enam kemungkinan masalah yang muncul. Tim Elixir melakukan strategi dengan membuat prioritas dari tiap masalah tersebut.

Proses seleksi terdiri dari dua tahap, yaitu tahap seleksi proposal. Kualifikasi yang terpenting dari tahap ini adalah bagaimana analisa yang dibuat tim tidak hanya menjadi sebuah solusi yang umum, namun juga dapat memberikan nilai lebih bagi perusahaan pada studi kasus. Selain itu, berbagai aspek landasan teori dan perhitungan yang relevan menjadi salah satu faktor penilaian.

Tim Elixir mengaku unggul karena memiliki kombinasi karakter unik dari masing-masing anggota yang didukung pengalamannya yang berbeda sehingga mampu menghasilkan solusi yang out of the box dan menonjol dari yang lain. Selain itu, kemampuan tim dalam menyampaikan informasi melalui presentasi merupakan kelebihan yang dianggap juri menarik.

Lolos di tahap seleksi awal, para finalis masuk ke tahap nasional. Setiap tim harus mempresentasikan hasil proposal mereka berupa presentasi dan video. Di tahap ini, Tim Elixir dinobatkan sebagai juara II. Meskipun gagal mewakili Indonesia pada Global Final di Mumbai, India, Tim Elixir tetap bersyukur atas pencapaian ini. Menurut mereka, yang terpenting adalah kemampuan dalam melewati berbagai proses dengan berbagai permasalahan yang mampu mereka hadapi.

“Setelah mengikuti kompetisi ini, kami merasa adanya stepping stone karena adanya kesadaran bahwa tim kami secara individual dan kelompok mampu bersaing di dunia nyata dengan ilmu dan pola pikir terbuka yang kami dapat di Prasetiya Mulya. Selain itu terbangun jaringan dengan sesama peserta dan anggota dari tim pelaksana,” jelas Adit.

Comments

Captcha