Cerita Prasmul
Ini Dia Para Inventor Prasmul yang Borong Juara di NIPC 2019!

Ini Dia Para Inventor Prasmul yang Borong Juara di NIPC 2019!

Prasetiya Mulya memang dikenal sebagai salah satu sarang ide, misalnya seperti Puyo, Voyej, BLP Beauty, Wakacao, dan Tuku yang merupakan brand hasil ciptaan alumni. Nah, sejak didirikannya School of Applied STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) pada tahun 2016 lalu, Universitas Prasetiya Mulya terus memotivasi mahasiswanya untuk berinovasi, bukan hanya di area lifestyle, tapi juga sains dan teknologi!

Kecemerlangan mahasiswa STEM Prasmul sudah nampak sejak angkatan pertama. Itu sebabnya, ketika Indonesia Scientific Society (ISS) menyelenggarakan National Invention Project Contest (NIPC) 2019, Prasmulyan tidak berpikir dua kali untuk berpartisipasi. Pertama kali dilangsungkan, ajang adu kreativitas di bidang invensi ini merupakan salah satu wujud ISS dalam meningkatkan perspektif generasi penerus bangsa mengenai kemajuan dunia teknologi serta invensi di Indonesia. 

Hebatnya, Prasmulyan tidak hanya menerima satu, tapi tiga gelar juara dalam NIPC 2019. Yuk, kenalan dengan para inventor Prasmul serta temuan mereka!

Juara I: Herry & Ayu

Biodiesel dari Cangkang Telur dan Minyak Jelantah

Usai menggoreng telur, apa yang biasanya kamu lakukan pada cangkang telur dan minyak jelantah? Melainkan membuangnya, Gede Herry Arum Wijaya (S1 Renewable Energy Engineering 2017) dan Putu Ayu Narsih Sukmawati (S1 Renewable Energy Engineering 2018) memiliki pemikiran berbeda. Duo tersebut memanfaatkan kembali jelantah menjadi bahan baku biodiesel dengan menggunakan cangkang telur sebagai katalis produksi. 

Penelitian Herry dan Ayu yang berjudul Katalis Cangkang Telur untuk Produksi Biodiesel dari Waste Cooking Oil (WCO) tersebut dilakukan dalam usaha mengurangi limbah cangkang telur dan jelantah di lingkungan. Berkat kerja keras mereka, keduanya menerima fully-funded reward dari NIPC 2019 untuk berpartisipasi dalam International Invention and Innovative Competition (INIIC) di Malaysia pada April 2020 mendatang. 

Juara 3: Sebastian & Owen

Basmi Diabetes dengan Bantuan Teknologi

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik yang diakibatkan oleh kurangnya produksi insulin dari pankreas atau kondisi hiperglikemia. Di Indonesia sendiri, diproyeksikan akan terjadi peningkatan prevalensi diabetes melitus tipe 2 (D2T) dari 6.2% menjadi 7.4% pada tahun 2045. Oleh karena itu, Sebastian Prathama dan Owen Agitza Jaya dari S1 Food Business Technology 2017 menyelidik penggunaan tanaman herbal Indonesia sebagai komponen bioaktif untuk pengobatan D2T dalam bentuk pangan fungsional. 

Hal unik yang dilakukan Sebastian dan Owen dalam penelitian Pengobatan Alternatif Diabetes Tipe 2 Menggunakan Pangan Fungsional adalah dari pemanfaatan teknologi. Meneliti komponen dengan metode skrining secara in silico (metode komputasi virtual), keduanya berupaya untuk mempersingkat waktu uji coba serta meningkatkan efisiensi. Temuan tersebut melontarkan Owen dan Sebastian sebagai partisipan dalam World Invention Creativity Olympic (WICO) di Korea Selatan pada tahun 2020. 

Special Award: Prabawa & Ari

Mencari Bahan Paling Ampuh Untuk Obat Antiobesitas

Walaupun sering distereotip sebagai “rakus”, penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita obesitas sesungguhnya menyandang resistensi pada leptin, yakni hormon yang mengontrol keseimbangan energi tubuh. Dari fakta tersebut, Kadek Agus Prabawa dan Ni Nengah Ari Widiastuti melakukan riset yang bertajuk Studi Docking Molekuler Potensi Antiobesitas dari Senyawa Aktif Jamu Indonesia terhadap Reseptor Leptin.

Dua Prasmulyan S1 Food Business Technology 2017 tersebut menggunakan jamu sebagai subjek alternatif alami untuk obat anti obesitas. Menggunakan studi literatur, molecular docking, dan riset kelayakan konsumsi, dua sekawan tersebut menyeleksi senyawa pada bahan-bahan jamu yang memiliki kemampuan mengatasi resistensi leptin. Hasilnya? Prabawa dan Ari menemukan bahwa curcumin (kunyit) dan americanol A (mengkudu) merupakan dua senyawa yang paling berpotensi untuk diuji lebih lanjut sebagai bahan formulasi pangan fungsional.

mm

Sky Drupadi

Add comment

Translate »