{"id":13111,"date":"2020-02-14T02:08:23","date_gmt":"2020-02-14T02:08:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ceritaprasmul.com\/?p=13111"},"modified":"2020-02-14T02:08:25","modified_gmt":"2020-02-14T02:08:25","slug":"tan-wijaya-beda-situasi-beda-cara-memimpin-alumni-success-story","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/tan-wijaya-beda-situasi-beda-cara-memimpin-alumni-success-story\/","title":{"rendered":"Tan Wijaya: Beda Situasi, Beda Cara Memimpin &#8211; Alumni Success Story"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-color has-background has-drop-cap has-gridlove-bg-color has-gridlove-highlight-bg-background-color\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang menggemari pekerjaan yang \u2018stabil\u2019 alias pekerjaan yang berjalan sistematis, tidak menghadapi banyak persoalan, dan teruji keberhasilannya. Kesibukan seperti ini seringkali lebih diminati sebab intensitas stres yang dikandungnya dinilai tak terlalu tinggi. Namun, stabilitas itu justru kurang disukai oleh Tan Wijaya yang membutuhkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">never ending learning experience <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam karirnya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengawali karirnya di IBM Indonesia sebagai Territory Solution Partner Manager pada tahun 2007, Tan merasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">culture, tools, people, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">value <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dimiliki perusahaan ini sangat sesuai dengan kepribadiannya yang mudah bosan. Sistem kerja di IBM mendorongnya untuk terus belajar dan memperkaya pengalaman, sebab IBM memperbolehkan Tan untuk mencicipi berbagai jabatan dan divisi. Hal ini, pada akhirnya, menumbuhkan loyalitasnya terhadap perusahaan..<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>From Manager to President Director<\/b><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignright size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/ZV8AwEZF_400x400.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-13115\" width=\"337\" height=\"337\" srcset=\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/ZV8AwEZF_400x400.jpg 400w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/ZV8AwEZF_400x400-300x300.jpg 300w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/ZV8AwEZF_400x400-150x150.jpg 150w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/ZV8AwEZF_400x400-370x370.jpg 370w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/ZV8AwEZF_400x400-270x270.jpg 270w\" sizes=\"(max-width: 337px) 100vw, 337px\" \/><figcaption>sumber foto: twitter @TanWijaya80<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">22 tahun setelah bergabung, Tan Wijaya resmi diangkat sebagai Presiden Direktur PT. IBM Indonesia di usianya yang relatif masih muda, 37 tahun. Penunjukan ini, menurutnya, tak mungkin terjadi jika tidak didukung oleh kultur yang diadopsi perusahaan, \u201cDi perusahaan lain, kita harus tunggu bos kita untuk naik jabatan baru bisa dipromosikan,\u201d tuturnya. \u201cTapi di IBM sistemnya cepet-cepetan; siapa yang lebih perform, siapa yang punya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">value<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dia akan dipromosikan dengan lebih cepat.\u201d<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menuju puncak kepemimpinan, berkali-kali Tan harus melalui berbagai pelatihan guna membuktikan kelayakannya memimpin perusahaan multinasional. Sebelum diangkat menjadi manajer, misalnya, Ia wajib menjalani \u201ckuliah setahun\u201d yang mengajarinya memimpin berbagai tipe sumber daya manusia. \u201cSeringkali kita harus mengatur orang yang kerjanya di luar negeri, orang yang lebih pintar dari kita, ataupun yang lebih senior dari kita. Sebagai pemimpin, kita harus tahu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">treatment <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang tepat untuk setiap karakteristik,\u201d ungkap Tan.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tan mengaku, riwayat pendidikannya di MM Business Management Prasetiya Mulya sangat membantunya melalui pelatihan dan asesmen yang harus ia lewati. Ia mengungkapkan, \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Training<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di IBM itu seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mini MBA<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dimana kami mengupas Harvard Business Review. Karena saya sudah sering menghadapi studi kasus di Prasmul, mudah sekali saya melewati 5 hari itu!\u201d ujar Tan bersemangat.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Tan Wijaya As A Leader<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditanyai soal gaya kepemimpinan, Tan mengaku tidak memiliki ciri yang khusus. Ia justru lebih nyaman menerapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">situational leadership<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, \u201cSetiap momen membutuhkan suatu gaya kepemimpinan tertentu, dan kita harus pandai mengelola dinamikanya,\u201d ujar Tan. Menurutnya, pemimpin harus mampu menilai kapan ia membutuhkan ketegasan, toleransi, maupun inovasi.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/DSC4451-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-13113\" width=\"512\" height=\"288\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cUntuk menerapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">situational leadership<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pemimpin harus benar-benar mengenali dirinya sendiri,\u201d tuturnya. \u201cContohnya saya. Di kondisi normal, saya memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">helicopter view<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tapi begitu saya berada dalam tekanan, saya langsung menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">detail-oriented<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d Ia pun menambahkan dengan memahami kepribadian masing-masing, pemimpin dapat mengatur strategi untuk menangani <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">blindspot<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ia miliki.<\/span><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\"><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTanggung jawab dari perusahaan adalah untuk mewujudkan mimpi dari pekerjanya masing-masing\u201d <\/span><\/p><cite> Tan Wijaya <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenyamanan dan keserasian antara pekerja dan pimpinan pun menjadi perhatian Tan dalam memimpin. Salah satu kiatnya dalam mengatur dinamika ini adalah dengan mengobservasi motivasi para pekerja, \u201cbiasanya (motivasi pekerja) terbagi atas 3 kategori; orang yang butuh kompensasi lebih, yang butuh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">career enhancement<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau yang mementingkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">comfort zone.\u201d Menurut Tan, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Mengelola motivasi, disandingkan dengan kemampuan memilih anggota akan mendorong sebuah tim bekerja dengan lebih efektif dalam mencapai tujuan bersama.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>More Advice for Future Leaders<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menutup sesi wawancaranya sore itu, Tan Wijaya menyebutkan bahwa para pemimpin masa kini dan masa depan harus menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">T-shaped person<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu orang yang berpengetahuan luas dan mendalam. \u201cZaman sekarang, pengetahuan yang terspesialisasi saja tidak cukup,\u201d jelasnya. \u201cKalau Anda cuma menjadi spesialis bidang A saja, Anda akan kehilangan kesempatan B karena tidak cukup pengalaman dalam menanganinya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/tshaped-1024x570.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-13114\" width=\"512\" height=\"285\" srcset=\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/tshaped-1024x570.png 1024w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/tshaped-300x167.png 300w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/tshaped-768x427.png 768w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/tshaped-1536x855.png 1536w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/tshaped-370x206.png 370w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/tshaped-270x150.png 270w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/tshaped-570x317.png 570w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/tshaped-740x412.png 740w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/tshaped.png 1587w\" sizes=\"(max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia pun menambahkan tips agar bisa menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">T-shaped person<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan waktu yang terbatas. \u201cSaya selalu memegang teguh prinsip <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">you need to end when you start,\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebut Tan. \u201cSebelum Anda menerima sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">role<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> baru, terlebih dahulu anda harus menentukan tujuan Anda, dan berapa lama mencapainya.\u201d Prinsip ini, menurutnya, membantu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">leader<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk berhenti membuang waktu dalam mencapai \u2018akhir\u2019, sekaligus membangkitkan motivasi jika terjadi halangan di tengah jalan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Banyak orang menggemari pekerjaan yang \u2018stabil\u2019 alias pekerjaan yang berjalan sistematis, tidak menghadapi banyak persoalan, dan teruji keberhasilannya. Kesibukan seperti ini seringkali lebih diminati sebab intensitas stres yang dikandungnya dinilai tak terlalu tinggi. Namun, stabilitas itu justru kurang disukai oleh Tan Wijaya yang membutuhkan never ending learning experience dalam karirnya. Mengawali karirnya di IBM Indonesia&hellip;","protected":false},"author":5,"featured_media":13112,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[11,9,2359],"tags":[2164,173,3259,3258,1930],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tan Wijaya: Beda Situasi, Beda Cara Memimpin - Alumni Success Story<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Menurut Tan Wijaya, pemimpin harus mampu menilai kapan ia butuh ketegasan ataupun toleransi saat menghadapi tim yang terdiri atas berbagai karakteristik.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/tan-wijaya-beda-situasi-beda-cara-memimpin-alumni-success-story\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Witha Shofani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/tan-wijaya-beda-situasi-beda-cara-memimpin-alumni-success-story\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/tan-wijaya-beda-situasi-beda-cara-memimpin-alumni-success-story\/\"},\"author\":{\"name\":\"Witha Shofani\",\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/person\/f717e4a91d6e5e602af5b109667c5d5f\"},\"headline\":\"Tan Wijaya: Beda Situasi, Beda Cara Memimpin &#8211; Alumni Success Story\",\"datePublished\":\"2020-02-14T02:08:23+00:00\",\"dateModified\":\"2020-02-14T02:08:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/tan-wijaya-beda-situasi-beda-cara-memimpin-alumni-success-story\/\"},\"wordCount\":624,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#organization\"},\"keywords\":[\"alumni success story\",\"leadership\",\"MM Business Management\",\"Tan Wijaya\",\"Universitas Prasetiya Mulya\"],\"articleSection\":[\"Alumni\",\"Success Story\",\"Tips &amp; Inspiration\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/tan-wijaya-beda-situasi-beda-cara-memimpin-alumni-success-story\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/tan-wijaya-beda-situasi-beda-cara-memimpin-alumni-success-story\/\",\"url\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/tan-wijaya-beda-situasi-beda-cara-memimpin-alumni-success-story\/\",\"name\":\"Tan Wijaya: Beda Situasi, Beda Cara Memimpin - Alumni Success Story\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#website\"},\"datePublished\":\"2020-02-14T02:08:23+00:00\",\"dateModified\":\"2020-02-14T02:08:25+00:00\",\"description\":\"Menurut Tan Wijaya, pemimpin harus mampu menilai kapan ia butuh ketegasan ataupun toleransi saat menghadapi tim yang terdiri atas berbagai karakteristik.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/tan-wijaya-beda-situasi-beda-cara-memimpin-alumni-success-story\/\"]}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#website\",\"url\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/\",\"name\":\"Cerita Prasmul\",\"description\":\"Share, Reveal, Empower - Story of S1 Prasetiya Mulya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#organization\",\"name\":\"Cerita Prasmul\",\"url\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/cropped-logo-cerita-prasmul-8.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/cropped-logo-cerita-prasmul-8.jpg\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Cerita Prasmul\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/prasmul\/\",\"https:\/\/twitter.com\/prasmul\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/person\/f717e4a91d6e5e602af5b109667c5d5f\",\"name\":\"Witha Shofani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7aa3971a76b31829d4759425865a1227?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7aa3971a76b31829d4759425865a1227?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Witha Shofani\"},\"url\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/author\/witharizka\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tan Wijaya: Beda Situasi, Beda Cara Memimpin - Alumni Success Story","description":"Menurut Tan Wijaya, pemimpin harus mampu menilai kapan ia butuh ketegasan ataupun toleransi saat menghadapi tim yang terdiri atas berbagai karakteristik.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/tan-wijaya-beda-situasi-beda-cara-memimpin-alumni-success-story\/","twitter_misc":{"Written by":"Witha Shofani","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/tan-wijaya-beda-situasi-beda-cara-memimpin-alumni-success-story\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/tan-wijaya-beda-situasi-beda-cara-memimpin-alumni-success-story\/"},"author":{"name":"Witha Shofani","@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/person\/f717e4a91d6e5e602af5b109667c5d5f"},"headline":"Tan Wijaya: Beda Situasi, Beda Cara Memimpin &#8211; Alumni Success Story","datePublished":"2020-02-14T02:08:23+00:00","dateModified":"2020-02-14T02:08:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/tan-wijaya-beda-situasi-beda-cara-memimpin-alumni-success-story\/"},"wordCount":624,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#organization"},"keywords":["alumni success story","leadership","MM Business Management","Tan Wijaya","Universitas Prasetiya Mulya"],"articleSection":["Alumni","Success Story","Tips &amp; Inspiration"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/tan-wijaya-beda-situasi-beda-cara-memimpin-alumni-success-story\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/tan-wijaya-beda-situasi-beda-cara-memimpin-alumni-success-story\/","url":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/tan-wijaya-beda-situasi-beda-cara-memimpin-alumni-success-story\/","name":"Tan Wijaya: Beda Situasi, Beda Cara Memimpin - Alumni Success Story","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#website"},"datePublished":"2020-02-14T02:08:23+00:00","dateModified":"2020-02-14T02:08:25+00:00","description":"Menurut Tan Wijaya, pemimpin harus mampu menilai kapan ia butuh ketegasan ataupun toleransi saat menghadapi tim yang terdiri atas berbagai karakteristik.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/tan-wijaya-beda-situasi-beda-cara-memimpin-alumni-success-story\/"]}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#website","url":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/","name":"Cerita Prasmul","description":"Share, Reveal, Empower - Story of S1 Prasetiya Mulya","publisher":{"@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#organization","name":"Cerita Prasmul","url":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/cropped-logo-cerita-prasmul-8.jpg","contentUrl":"https:\/\/ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/cropped-logo-cerita-prasmul-8.jpg","width":512,"height":512,"caption":"Cerita Prasmul"},"image":{"@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/prasmul\/","https:\/\/twitter.com\/prasmul"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/person\/f717e4a91d6e5e602af5b109667c5d5f","name":"Witha Shofani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7aa3971a76b31829d4759425865a1227?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7aa3971a76b31829d4759425865a1227?s=96&d=mm&r=g","caption":"Witha Shofani"},"url":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/author\/witharizka\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13111"}],"collection":[{"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13111"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13111\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13116,"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13111\/revisions\/13116"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13111"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13111"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13111"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}