{"id":1961,"date":"2014-12-11T03:43:55","date_gmt":"2014-12-11T03:43:55","guid":{"rendered":"http:\/\/www.ceritaprasmul.com\/?p=1961"},"modified":"2017-02-14T02:47:19","modified_gmt":"2017-02-14T02:47:19","slug":"wisuda-prasetiya-mulya-peluang-maritim-menjadi-bisnis-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wisuda-prasetiya-mulya-peluang-maritim-menjadi-bisnis-global\/","title":{"rendered":"[Wisuda Prasetiya Mulya] Peluang Maritim Menjadi Bisnis Global"},"content":{"rendered":"<p>Perairan Indonesia yang semakin \u201cbersih\u201d dari tindak pencurian ikan berkat regulasi<br \/>\nkemaritiman yang tegas membuat kita tersentak. Ternyata selama ini, Indonesia telah banyak\u00a0dirugikan hingga triliunan rupiah akibat pencurian ikan. Padahal, potensi besar tersimpan dalam\u00a0perairan Indonesia.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/maritim2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-1964\" alt=\"maritim2\" src=\"http:\/\/www.ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/maritim2.jpg\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/maritim2.jpg 800w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/maritim2-300x200.jpg 300w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/maritim2-768x512.jpg 768w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/maritim2-370x247.jpg 370w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/maritim2-270x180.jpg 270w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/maritim2-570x380.jpg 570w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/maritim2-740x493.jpg 740w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Keunggulan potensi \u201cbiru\u201d ini dibuktikan oleh owner dan CEO KML Food (<a href=\"www.kmlseafood.com\">PT Kelola Mina<\/a><br \/>\n<a href=\"www.kmlseafood.com\"> Laut<\/a>) Mohammad Nadjikh. Dalam Wisuda<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/STIE_Prasetiya_Mulya\"> STIE Prasetiya Mulya<\/a> Selasa (9\/12) lalu, Nadjikh\u00a0membagikan pengalamannya dalam berbisnis di dunia perikanan sejak 1994.<br \/>\nPotensi Indonesia sudah selayaknya mengundang decak kagum. Indonesia mendapatkan<br \/>\npredikat sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas perairan laut mencapai 5,8\u00a0juta kilometer persegi dan garis pantai sepanjang 91.181 kilometer.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1962\" aria-describedby=\"caption-attachment-1962\" style=\"width: 448px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"http:\/\/www.ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_Ir.-Mohammad-Nadjikh-5.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1962\" alt=\"DSC_Ir. Mohammad Nadjikh (5)\" src=\"http:\/\/www.ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_Ir.-Mohammad-Nadjikh-5.jpg\" width=\"448\" height=\"297\" srcset=\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_Ir.-Mohammad-Nadjikh-5.jpg 448w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_Ir.-Mohammad-Nadjikh-5-300x199.jpg 300w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_Ir.-Mohammad-Nadjikh-5-370x245.jpg 370w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_Ir.-Mohammad-Nadjikh-5-270x179.jpg 270w\" sizes=\"(max-width: 448px) 100vw, 448px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1962\" class=\"wp-caption-text\">Mohammad Nadjikh saat berbicara di hadapan wisudawan Prasetiya Mulya<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut laporan Year Book\u00a02009, Indonesia menjadi salah satu negara produsen perikanan dunia. Hingga 2007, produksi\u00a0perikanan tangkap Indonesia berada pada peringkat ketiga dunia.\u00a0Dengan luas perairan laut yang dominan, ada prospek cerah dalam pengembangan\u00a0bisnis perikanan dan kelautan. Diperkirakan bisnis dari sektor ini mencapai 82 miliar dollar AS\u00a0per tahun. Sebagai gambaran, potensi perikanan tangkap sebesar 15,1 miliar dollar AS per\u00a0tahun, potensi budidaya laut 46,7 miliar dollar AS, potensi budidaya tambak 10 miliar dollar AS,\u00a0potensi budidaya air tawar 5,2 miliar dollar AS, potensi perairan umum 1,1 miliar dollar AS, dan\u00a0potensi bioteknologi kelautan sebesar 4 miliar dollar AS.<\/p>\n<p><strong>Perbandingan<\/strong><br \/>\nNadjikh mengungkapkan, salah satu negara dengan aktivitas penangkapan ikan terbesar<br \/>\ndi dunia adalah Tiongkok. Sementara itu, Norwegia yang kondang akan ikan salmonnya justru\u00a0mempunyai jumlah nelayan sangat sedikit.<\/p>\n<p>\u201cDi Norwegia, jumlah nelayannya tidak sampai 100 orang, tetapi teknologi pengolahan<br \/>\nperikanannya sudah maju. Rata-rata, kawasan perairan Eropa hanya memiliki sedikit spesies\u00a0ikan, tetapi sekali panen, jumlahnya bisa banyak. Indonesia punya banyak jenis ikan, tetapi saat\u00a0panen, jumlahnya sedikit. Sepertinya kita kewalahan memilih jenis ikan yang berpotensi\u00a0dikembangkan,\u201d ungkap Nadjikh.<\/p>\n<p>Nadjikh menuturkan, untuk mengelola sektor kelautan dan perikanan di Indonesia,<br \/>\ndibutuhkan suatu grand strategy. Grand strategy ini melibatkan pihak pemerintah, pengusaha,\u00a0dan masyarakat. Implementasi regulasi yang tegas terhadap tindak pencurian ikan yang\u00a0dikeluarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merupakan langkah awal.<\/p>\n<p>Selanjutnya, dibutuhkan regulasi lain untuk mengatur pengelolaan perikanan Indonesia,\u00a0pembangunan infrastruktur, pengamanan perairan kelautan, dan sebagainya.<br \/>\nPembangunan industri kelautan dan perikanan di Indonesia memang membutuhkan<br \/>\nbiaya yang cukup besar. Nadjikh menyarankan agar perbankan semakin terbuka sebagai salah\u00a0satu jalur pendanaan dalam pengembangan bisnis pengelolaan perikanan.<\/p>\n<p>Perusahaan yang\u00a0mengelola perikanan juga diharapkan memiliki hati atau peduli dengan masyarakat sekitar.\u00a0Misalnya, menjalankan perusahaannya dengan metode partnership.<br \/>\n\u201cPengusaha perikanan juga sebaiknya jangan bermental sebagai \u2018pedagang\u2019, yang cuma<br \/>\nasal tangkap dan jual. Orang harus berpikir secara industri, artinya, orang yang berbisnis ikan\u00a0harus memikirkan tidak hanya profit, tetapi juga bagaimana cara memberdayakan<br \/>\nmasyarakatnya,\u201d kata Nadjikh.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Nadjikh menuturkan bahwa mental \u201cpedagang\u201d ini rata-rata dimiliki banyak<br \/>\nnelayan di Indonesia. Akibatnya, nelayan tidak berkembang. Masyarakat pun menganggap\u00a0bahwa profesi nelayan tidak menjanjikan. Pola pikir semacam inilah yang perlu diubah. Dengan\u00a0potensi kelautan dan perikanan Indonesia yang sedemikian besar, seharusnya profesi nelayan\u00a0bisa memberikan masa depan yang lebih baik.<\/p>\n<p><strong>\u201cKepepet\u201d<\/strong><br \/>\nBerbisnis di dalam sektor perikanan sebenarnya menjanjikan. Nadjikh sendiri merupakan pengusaha yang mengelola potensi perikanan di bawah bendera KML Food. Bisnisnya bermula dari pengelolaan ikan teri. Dari ikan teri, lulusan IPB ini menjajal berbisnis ikan, kemudian udang, dan rajungan. Ia juga memberikan nilai tambah pada produk-produknya. Dari ikan segar, bisnis Nadjikh bergerak menuju sari ikan laut (surimi), bakso seafood, dan beraneka macam makanan lainnya. Kini, bisnis Nadjikh telah menembus pasar ekspor hingga ke berbagai negara di Eropa dan Amerika Serikat. Omzet yang dibukukan per bulan pun mencapai miliaran rupiah.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1965\" aria-describedby=\"caption-attachment-1965\" style=\"width: 448px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"http:\/\/www.ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_9720.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1965\" alt=\"IMG_9720\" src=\"http:\/\/www.ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_9720.jpg\" width=\"448\" height=\"299\" srcset=\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_9720.jpg 448w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_9720-300x200.jpg 300w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_9720-370x247.jpg 370w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_9720-270x180.jpg 270w\" sizes=\"(max-width: 448px) 100vw, 448px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1965\" class=\"wp-caption-text\">Nadjikh saat menjelaskan potensi kelautan Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam menjalankan bisnisnya, Nadjikh berpegang pada sejumlah langkah inovasi. Di<br \/>\nantaranya menggunakan model bisnis yang sesuai, diferensiasi produk yang sesuai permintaan\u00a0pasar, pemanfaatan teknologi, dan memberikan nilai tambah pada produk.<\/p>\n<p>\u201cJangan dibilang tidak ada modal itu hambatan. Kenapa seseorang bisa sukses? Karena<br \/>\nkepepet, dia tidak punya apa-apa jadi terus bekerja keras agar sukses,\u201d terang Nadjikh.<br \/>\nJika seseorang lulusan ingin menjadi pengusaha perikanan, Nadjikh menekankan bahwa<br \/>\norang tersebut perlu menjalani prosesnya menurut panggilan hati dan menghayati. Orang yang\u00a0mau terjun menjadi pengusaha perikanan juga harus mau belajar dan tidak lupa mengeksekusi\u00a0peluang di depannya. Paling penting, seseorang perlu bermental industri, dan bukan hanya\u00a0menjadi pedagang ikan.<\/p>\n<p><strong>Potensi<\/strong><br \/>\nSementara itu, sebagai negara kepulauan dan maritim, Indonesia seharusnya bisa\u00a0mengelola potensi kelautan untuk kesejahteraan rakyat. Kebijakan pemerintah berupa\u00a0korporatisasi industri perikanan, pengembangan kultur kelautan dan perikanan, revitalisasi\u00a0tambak dan pemanfaatan rumput laut sebagai usaha diversifikasi pangan, pengembangan\u00a0industri garam, serta manajemen perikanan perlu menjadi fokus pengembangan potensi\u00a0kelautan dan perikanan Indonesia.Hal tersebut sempat disampaikan dalam seminar Global Fisheries: Strategic Challenges\u00a0and Opportunities yang diselenggarakan STIE Prasetiya Mulya dan Kementerian Kelautan dan\u00a0Perikanan di Hotel Borobudur Jakarta (4\/6).<br \/>\nDalam kesempatan tersebut, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan<br \/>\nUniversitas Diponegoro Profesor Sahala Hutabarat menilai bahwa sebagai negara kelautan,\u00a0negara tak memberi porsi APBN yang layak di dalam pengembangan sektor perikanan, kelautan,\u00a0dan pengembangan pesisir. Hal ini menyebabkan daya saing industri ikan Indonesia masih\u00a0rendah dan produk kelautan dan perikanan dinilai belum memiliki nilai tambah.<\/p>\n<p>11<br \/>\nSementara itu, Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan<br \/>\nPerikanan Dr Sudirman Saad menyebutkan, regulasi pengelolaan pulau-pulau kecil dan pesisir\u00a0untuk lahan industri sangatlah penting untuk melindungi pengembangan potensi kelautan dan\u00a0perikanan di Indonesia.\u00a0Menurut Sudirman, Indonesia membutuhkan alokasi ruang konservasi laut seluas 31\u00a0juta kilometer persegi. Indonesia juga sebaiknya melakukan alokasi tata ruang bawah laut, yaitu\u00a0untuk alur pelayaran, alur kabel laut, dan alur migrasi hewan laut.<\/p>\n<p>Dibandingkan dengan Singapura, tata ruang bawah laut Indonesia tak tertata rapi. Hal<br \/>\nini bisa berakibat pada risiko rusaknya jaringan kabel komunikasi bawah laut atau punahnya\u00a0ekosistem laut. Di sisi lain, korporatisasi industri perikanan menjadi penting khususnya di dalam\u00a0peningkatan armada kapal penangkapan ikan sehingga dapat meningkatkan produktivitas\u00a0perikanan.<\/p>\n<p><strong>Referensi<\/strong><br \/>\nSementara itu, saat ditemui pada Rabu (10\/12), Ketua STIE Prasetiya Mulya Prof. Djoko<br \/>\nWintoro PhD menuturkan bahwa Tiongkok bisa menjadi referensi yang baik dalam bidang<br \/>\nmaritim terutama industri penangkapan ikan. Sebagai negara eksportir ikan terbesar di dunia,\u00a0Tiongkok juga mengembangkan industri kelautan dengan tujuan keamanan makanan dalam\u00a0negeri.<br \/>\n\u201cTiongkok terkenal sebagai bangsa penangkap ikan yang jauh. Tak heran jika mereka<br \/>\nmemiliki 2.000 kapal. Padahal, Amerika saja hanya memiliki 200 kapal. Mereka bisa<br \/>\nmemberikan makanan protein untuk warganya sekaligus mengekspor ikan,\u201d ujar Djoko.<\/p>\n<p>Terobosan-terobosan lain yang bisa dicontoh dari Tiongkok yaitu menjaga \u00a0keberlangsungan ekosistem laut. Ketika melakukan penangkapan ikan, para nelayan di sana tak\u00a0mengambil semua ikan. Mereka menangkap, menyeleksi ikan-ikan terpilih, kemudian dijual\u00a0dengan harga yang tinggi.<\/p>\n<p>Untuk urusan budidaya, Tiongkok melakukannya di laut, bukan di darat. Keuntungan<br \/>\ndari metode budidaya ini yaitu memiliki jenis ikan beragam dan menjadi solusi harga tanah<br \/>\nyang semakin mahal. Selain itu, Tiongkok juga menggunakan teknologi penangkapan ikan yang\u00a0lebih baik berbasis research and development.<\/p>\n<p>\u201cIndustri perikanan jangan hanya berpikir konsumsi ikan, tetapi harus ke arah ekspor<br \/>\nkarena bisnis maritim akan menjadi bisnis global. Selain itu, ikan sebaiknya tak hanya untuk\u00a0makan, tetapi juga menjadi bagian dari gengsi. Misalnya untuk menjamu orang ketika perayaan.\u00a0Industri ikan bisa lebih menarik jika levelnya meningkat,\u201d tutur Djoko.<\/p>\n<p><strong>Pembekalan<\/strong><\/p>\n<p>Melihat potensi maritim Indonesia yang melimpah, banyak ide bisnis yang bisa<br \/>\ndilakukan. Namun, sebelum terjun ke bidang bisnis tertentu, ada beberapa hal yang perlu<br \/>\ndiperhatikan. Salah satunya yaitu memiliki gambaran lanskap bisnis yang akan dihadapi.<br \/>\nMenurut Djoko, bisnis itu sebenarnya berubah, maka Prasetiya Mulya membekali mahasiswa\u00a0dengan lanskap bisnis baru.<\/p>\n<p>\u201cContoh lanskap bisnis yang baru yaitu upah buruh murah yang berganti dengan upah<br \/>\nburuh mahal. Kemudian, untuk beberapa industri, produk baru kini hanya bertahan dalam<br \/>\nhitungan bulan Hal lainnya yaitu pola mass production yang sudah harus ditinggalkan. Dulu,\u00a0produk standar dibuat banyak, kini produk unik dibuat banyak,\u201d ungkap Djoko.<\/p>\n<p>Lanskap bisnis memang menjadi salah satu pembekalan yang diberikan Prasetiya Mulya<br \/>\nkepada lulusannya. Djoko menuturkan, bagi Prasetiya Mulya, wisuda merupakan penjaminan\u00a0mutu atas kuliah, penyediaan talent untuk dunia bisnis, dan wirausaha baru untuk dunia bisnis.\u00a0Prasetiya Mulya berharap wisudawan tak hanya dijadikan human resources bagi perusahaan,\u00a0tetapi juga capital perusahaan.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0345.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-1963\" alt=\"DSC_0345\" src=\"http:\/\/www.ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0345.jpg\" width=\"448\" height=\"297\" srcset=\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0345.jpg 448w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0345-300x199.jpg 300w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0345-370x245.jpg 370w, https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0345-270x179.jpg 270w\" sizes=\"(max-width: 448px) 100vw, 448px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pembekalan-pembekalan dari Prasetiya Mulya ternyata cukup dirasakan para<br \/>\nlulusannya. Salah satunya yaitu Mellisa Arviani (23 tahun) lulusan dari S-1 Prasetiya Mulya\u00a0Program Studi Keuangan. Peraih IPK 3,96 ini menuturkan, Prasetiya Mulya tak hanya\u00a0memberikan teori, tetapi juga praktik bagaimana membuat bisnis.<br \/>\n\u201cHal ini membekali saya dalam lomba ASEAN Business Challenge. Dalam pengerjaan,<br \/>\nkami dibiasakan untuk teamwork, jadi kami dibiasakan untuk bekerja sama dengan orang-orang\u00a0dari background yang berbeda. Selain itu, saya juga dapat untuk mengasah kepercayaan diri\u00a0dan bagaimana mengungkapkan pendapat di depan banyak orang. Tetapi yang paling penting\u00a0adalah bagaimana kita menerima perbedaan dan memperkaya diri dengan banyak pengalaman\u00a0untuk one best result,\u201d ujar Mellisa.<br \/>\nHal serupa dirasakan Erwin Sidarta (24 tahun), lulusan S-2 Magister Manajemen<br \/>\nKonsentrasi Finance Prasetiya Mulya. Menurut dia, Prasetiya Mulya memiliki lingkungan yang\u00a0sangat mendukung untuk berkembang dan berkompetisi. Hal ini yang membuat mahasiswa\u00a0secara tak langsung mau mencoba keluar dari zona nyaman.<\/p>\n<p>\u201cDi Prasetiya Mulya, kita \u2018dipaksa\u2019 berkolaborasi dengan siapa pun. Saya orangnya keras,<br \/>\nkelompok saya orangnya lebih keras lagi. Namun, dalam kelompok, kita harus bekerja sama\u00a0satu sama lain. Justru karena kerasnya itu tadi kita jadi semakin kuat. Seperti berlian yang keras,\u00a0saat diasah semakin bersinar,\u201d pungkas Erwin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Perairan Indonesia yang semakin \u201cbersih\u201d dari tindak pencurian ikan berkat regulasi kemaritiman yang tegas membuat kita tersentak. Ternyata selama ini, Indonesia telah banyak\u00a0dirugikan hingga triliunan rupiah akibat pencurian ikan. Padahal, potensi besar tersimpan dalam\u00a0perairan Indonesia. Keunggulan potensi \u201cbiru\u201d ini dibuktikan oleh owner dan CEO KML Food (PT Kelola Mina Laut) Mohammad Nadjikh. Dalam Wisuda STIE&hellip;","protected":false},"author":1,"featured_media":1964,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[11,585,279,9],"tags":[708,1499,1505,875,1503,1504,1502,1498,404,30,1500,1501],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>[Wisuda Prasetiya Mulya] Peluang Maritim Menjadi Bisnis Global - Cerita Prasmul<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"owner dan CEO KML Food (PT Kelola Mina Laut) Mohammad Nadjikh berbagi wawasan tentang peluang maritim menjadi bisnis global pada Wisuda Prasetiya Mulya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wisuda-prasetiya-mulya-peluang-maritim-menjadi-bisnis-global\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wisuda-prasetiya-mulya-peluang-maritim-menjadi-bisnis-global\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wisuda-prasetiya-mulya-peluang-maritim-menjadi-bisnis-global\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin\",\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/person\/5b0f04d29875825879d03c77ed116d86\"},\"headline\":\"[Wisuda Prasetiya Mulya] Peluang Maritim Menjadi Bisnis Global\",\"datePublished\":\"2014-12-11T03:43:55+00:00\",\"dateModified\":\"2017-02-14T02:47:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wisuda-prasetiya-mulya-peluang-maritim-menjadi-bisnis-global\/\"},\"wordCount\":1522,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#organization\"},\"keywords\":[\"alumni prasetiya mulya\",\"bisnis maritim\",\"bisnis perikanan 2014\",\"djoko wintoro\",\"kelola mina laut\",\"mellisa arviani\",\"mohammad nadjikh\",\"peluang maritim\",\"prasetiya. mulya\",\"prasmul\",\"wawasan maritim\",\"wisuda prasetiya mulya\"],\"articleSection\":[\"Alumni\",\"Business\",\"Prasmulyan Story\",\"Success Story\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wisuda-prasetiya-mulya-peluang-maritim-menjadi-bisnis-global\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wisuda-prasetiya-mulya-peluang-maritim-menjadi-bisnis-global\/\",\"url\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wisuda-prasetiya-mulya-peluang-maritim-menjadi-bisnis-global\/\",\"name\":\"[Wisuda Prasetiya Mulya] Peluang Maritim Menjadi Bisnis Global - Cerita Prasmul\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#website\"},\"datePublished\":\"2014-12-11T03:43:55+00:00\",\"dateModified\":\"2017-02-14T02:47:19+00:00\",\"description\":\"owner dan CEO KML Food (PT Kelola Mina Laut) Mohammad Nadjikh berbagi wawasan tentang peluang maritim menjadi bisnis global pada Wisuda Prasetiya Mulya\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wisuda-prasetiya-mulya-peluang-maritim-menjadi-bisnis-global\/\"]}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#website\",\"url\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/\",\"name\":\"Cerita Prasmul\",\"description\":\"Share, Reveal, Empower - Story of S1 Prasetiya Mulya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#organization\",\"name\":\"Cerita Prasmul\",\"url\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/cropped-logo-cerita-prasmul-8.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/cropped-logo-cerita-prasmul-8.jpg\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Cerita Prasmul\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/prasmul\/\",\"https:\/\/twitter.com\/prasmul\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/person\/5b0f04d29875825879d03c77ed116d86\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1258974686b4ade76ed45517504a49d4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1258974686b4ade76ed45517504a49d4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"url\":\"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"[Wisuda Prasetiya Mulya] Peluang Maritim Menjadi Bisnis Global - Cerita Prasmul","description":"owner dan CEO KML Food (PT Kelola Mina Laut) Mohammad Nadjikh berbagi wawasan tentang peluang maritim menjadi bisnis global pada Wisuda Prasetiya Mulya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wisuda-prasetiya-mulya-peluang-maritim-menjadi-bisnis-global\/","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wisuda-prasetiya-mulya-peluang-maritim-menjadi-bisnis-global\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wisuda-prasetiya-mulya-peluang-maritim-menjadi-bisnis-global\/"},"author":{"name":"Admin","@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/person\/5b0f04d29875825879d03c77ed116d86"},"headline":"[Wisuda Prasetiya Mulya] Peluang Maritim Menjadi Bisnis Global","datePublished":"2014-12-11T03:43:55+00:00","dateModified":"2017-02-14T02:47:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wisuda-prasetiya-mulya-peluang-maritim-menjadi-bisnis-global\/"},"wordCount":1522,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#organization"},"keywords":["alumni prasetiya mulya","bisnis maritim","bisnis perikanan 2014","djoko wintoro","kelola mina laut","mellisa arviani","mohammad nadjikh","peluang maritim","prasetiya. mulya","prasmul","wawasan maritim","wisuda prasetiya mulya"],"articleSection":["Alumni","Business","Prasmulyan Story","Success Story"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wisuda-prasetiya-mulya-peluang-maritim-menjadi-bisnis-global\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wisuda-prasetiya-mulya-peluang-maritim-menjadi-bisnis-global\/","url":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wisuda-prasetiya-mulya-peluang-maritim-menjadi-bisnis-global\/","name":"[Wisuda Prasetiya Mulya] Peluang Maritim Menjadi Bisnis Global - Cerita Prasmul","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#website"},"datePublished":"2014-12-11T03:43:55+00:00","dateModified":"2017-02-14T02:47:19+00:00","description":"owner dan CEO KML Food (PT Kelola Mina Laut) Mohammad Nadjikh berbagi wawasan tentang peluang maritim menjadi bisnis global pada Wisuda Prasetiya Mulya","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wisuda-prasetiya-mulya-peluang-maritim-menjadi-bisnis-global\/"]}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#website","url":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/","name":"Cerita Prasmul","description":"Share, Reveal, Empower - Story of S1 Prasetiya Mulya","publisher":{"@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#organization","name":"Cerita Prasmul","url":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/cropped-logo-cerita-prasmul-8.jpg","contentUrl":"https:\/\/ceritaprasmul.com\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/cropped-logo-cerita-prasmul-8.jpg","width":512,"height":512,"caption":"Cerita Prasmul"},"image":{"@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/prasmul\/","https:\/\/twitter.com\/prasmul"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/person\/5b0f04d29875825879d03c77ed116d86","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1258974686b4ade76ed45517504a49d4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1258974686b4ade76ed45517504a49d4?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"url":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1961"}],"collection":[{"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1961"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1961\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1964"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1961"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1961"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prasetiyamulya.ac.id\/ceritaprasmul\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1961"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}